Nov 18, 2009
Noticeable and Apathism
Tapi memang sih, karena pakaian yang biasa aku pakai sehari-hari ke kampus, banyak mata yang tertuju padaku memperhatikan dari ujung rambut hingga ujung kaki. Kayaknya anak-anak di Fakultas udah pada "ngeh" deh sama aku. Meskipun mungkin nggak tau aku namanya siapa atau anak jurusan apa angkatan berapa, tapi sepertinya mereka mengenali wajahku karena gaya pakaian yang biasa aku pakai yang mereka sebut "Harajuku style" itu.
Dengan hal ini kadang-kadang suka ngerasa agak tersanjung juga kalo habis kenalan sama orang, terus mereka bilang, "Baju yang lo pake sehari-hari lucu deh, gaya Korea2 gitu". Nah, berarti dia memperhatikan aku sebelum kita berkenalan. Atau kayak gini, "Pantesan, gw sering ngeliat lo". Eh, padahal gw kagak pernah memperhatikan keberadaan lo (kataku dalam hati). PARAH!!!
Tapi ada sisi yang tidak menyenangkan juga dengan hal ini. Dengan mereka tahu aku atau mengenal wajahku, akan ada hal yang membuat tidak nyaman, seperti jadi dibicarakan di belakang. Hari ini ada kejadian di mana aku merasa takut. Ceritanya begini, sore tadi aku dan temanku yang bernama Bizka pergi ke stadion UI untuk menonton pertandingan futsal final antara fakultasku melawan fakultas tetangga.
Lalu, ketika kami memasuki gerbang kemudian berjalan menuju bangku penonton, banyak wajah lelaki fakultas tetangga yang melihat ke arah kami berdua. Bahkan sampai 5 menit setelah kami duduk di bangku, masih saja beberapa dari mereka matanya tertuju ke kami.
Sialnya, hari itu fakultas kami kalah dengan skor 4-1. Kemudian begitu peluit panjang wasit dibunyikan, kami langsung bergegas pergi karena takut pulang alias keluar gerbang bersama dengan para lelaki fakultas tetangga yang terlihat garang itu, apalagi aku dan temanku hanya berdua saja dan sama-sama perempuan. Nah, ketika kami berjalan melewati mereka, mata mereka tertuju ke arah kami. Kemudian satu atau dua di antara mereka melontarkan komentar yang mengarah ke kami, "Kok tadi diem aja sih?" Aduh, itu maksudnya apa? Udah deh, karena merasa seram juga, aku hanya diam tanpa berani menoleh, kemudian melangkah lebih cepat. Bahkan kata temanku si Bizka,ketika dia menoleh ke belakang untuk mencari keberadaanku, beberapa dari lelaki tersebut masih saja memperhatikan kami.
Nah, yang membuat aku bingung dan resah adalah, apakah mereka juga sudah mengenali wajahku karena gaya berpakaianku yang lain daripada yang lain? Apalagi aku sering makan di kantin fakultas tetangga itu. Dan kalau iya, sepertinya dalam seminggu ini aku tidak akan makan di sana, karena takut mereka akan mengenali aku, kemudian melakukan perbuatan yang tidak menyenangkan padaku, apalagi ditambah mereka sudah tahu kalau aku bukanlah warga fakultas mereka. Aigo!!
Jadi sekarang gaya pakaianku harus bagaimana? Sebenarnya akhir-akhir ini aku ingin berpenampilan biasa saja, toh dengan berpakaian biasa saja badanku tetap terlihat tinggi dan ramping. Hohoho... bercanda. Tapi... Ya sudahlah.
Nah, sekarang kita bicara mengenai apatis dan anti sosial. Terus terang di satu semester belakangan ini aku benar-benar sangat anti sosial sehingga apatis terhadap apa yang terjadi di Fakultas ku. Aku tidak ikut kepanitiaan apa pun. Dan aku sudah menolak sekitar 4 tawaran kepanitiaan, padahal mereka menjanjikan posisi yang baik untukku (bukan cuma sekedar staff). Kok aku nyebelin banget ya? Bukannya tidak mau turut membantu dan berpartisipasi, tapi, aku benar-benar sedang fokus pada hal lain, yaitu bekerja! Ya, aku bekerja demi menabung untuk exchange ataupun vacation out of country. Jadi setiap hari Selasa dan Kamis aku pulang malam dan badanku rasanya benar-benar rapuh. Tapi sejauh ini, tugas-tugas kuliahku masih bisa aku kerjakan dengan cukup baik. Ya intinya, kuliahku masih dapat dikendalikan lah. Tapi ya itu, dengan keapatisanku itu, aku jadi tidak kenal siapa-siapa, karena aku tidak pernah ikut kegiatan apapun di Fakultas ku.
Tadi, waktu menonton futsal aku tidak mengenal para suporter lain dari fakultasku yang duduk berdekatan atau satu blok denganku. Memang mereka anak jurusan lain sih, tapi aku jadi merasa agak asing berada di sana. Jika seandainya aku sering nongkrong di kantin fakultasku, mungkin rasanya akan sedikit berbeda. Masalahnya, kantin fakultasku itu pilihan menunya tidak banyak dan ramai sekali. Bukannya kantin fakultas tetangga yang biasa aku kunjungi tidak ramai, tapi tidak tahu mengapa dengan berada di kantin fakultasku aku jadi merasa sangat pusing. Berisik, dan mereka hanya duduk untuk mengobrol tidak penting dan mempercepat kerusakan paru-paru mereka. (tebak saja apa yang mereka lakukan). Jadi ya... aku malas untuk ke sana. Intinya mereka yang sukanya nongkrong di sana adalah mereka yang sangat menganggur dan tidak ada kerjaan lain yang lebih penting serta sangat senang membicarakan orang lain alias bergosip ria.
Keapatisanku juga terasa ketika tadi menonton debat calon ketua dan wakil ketua BEM fakultasku. Terus terang di antara 4 orang (ketua dan wakil ketua dari dua kubu), aku hanya mengenal satu orang, yang lain aku tidak tahu menahu mengenai siapa mereka. PARAH!! Mereka pun juga tentunya tidak tahu aku ini siapa. Hahaha
Mungkin seterusnya aku akan berusaha untuk lebih up to date dengan apa yang terjadi di fakultasku dan harus ikut kepanitiaan fakultas. HARUS!!! Terserah mau acara apa dan posisi apa! (bercanda). Aku juga harus menonton berita setiap hari dan membaca koran. Karena jujur, aku tidak tahu apa yang terjadi di KPK saat ini dan kasus Bank Century itu tentang apa sih? Apa lagi issue internasional, aku semakin tidak tahu lagi. Hmmmphhh... aku juga harus berusaha untuk aktif di organisasi English Debating yang aku ikuti sekarang, karena bahasa Inggris ku jadi tidak sebagus dulu lagi, dan kemampuan public speaking dan argumentasi ku jadi tidak terasah. Aduh... lots of expectation!! Harus mulai dari mana????
Nov 14, 2009
The One Lyrics
Huhwehaji aneul su itnayo?
Amugotdo eomneun uri dul
Sigani jinaseo da eopseojin dadeo naneun
Huhwehaji aneulkopnida, I do.
Oretdongan gyondil su itgetjo
Mani apeun nae geudaeyeo
Amuri mworaedo, mwora handaedo naneun
Huhwehaji aneulkeopnida, I do.
Oh yes I do.
O yongwonhagireul, to yongwonhagireul
Sigani jinaseo icheojin daedo nan
Jeoldae huhwehaji aneul keopnida ~
Saranghaeyo, saranghapnida, I do.
Oct 30, 2009
7 Days Countdown to My Birthday
Now, it’s just 7 days to 21 November, my 21st birthday. Yeah, I’m getting older and older. And I know that my friends know how old I am, even they are really happy to call me with the “Old” sobriquet. And they also know how unhappy I was that it reflects through my facial expression. But they keep calling me with that fuck shit sobriquet since I am older than them. I should have been in the 5th semester actually, but now I am just in the 3rd.
When we’re talking about birthday, then it must be connected with birthday wishes. I already prepared my birthday wishes, though I have no idea whether it would be coming true or just end miserably or being postponed until next year to be the next but same birthday wishes (If I still alive, of course). I already prayed for this same wish 2 years ago, at my 19th birthday, but nothing happened, for real. Then I continued to spell the same prayer in the next year at my 20th birthday, but again, nothing happened. And in this year, the wish will also be the same, and my expectation for this is even greater than before. And I believe that God must hear my prayer. But why didn’t he grant it? It just so damn easy for him to make it come true, but why? I am craving for it, really. Oh please dear God, I’d like you to help me to make my wish come true. Please don’t cause any disappointment to me again, since I already got such some big pain in my past, in my teenager life, that I believe only 0.00001 percent of all the people ever alive in this world have it during their teenager time (for both unpleasant accident ever happened to me). So, please, I want God to give a little compassionate to me to be redemption as what happened in the past.
Every one must dream of happiness, and so I am included. Maybe everyone think that I am the kind of person who have a big spirit, energetic, joyous, and what so ever, and so does my mom also have the same perception. Compared with my elder sister and younger brother, my mom would think that I am her child who has the biggest spirit and that’s why I have the most achievement that my siblings don’t. But actually, I’d rather choose to be an average person who never had such achievements, but lucky in life, and always have happiness surround it day by day, love, and life peacefully. I mean I always try to do my best to myself and others as well. I always try to give such kindness to others, avoid hurting others’ feeling, but those kind of happiness never return to me, not yet. So I make a conclusion that I won’t care to others’ feeling again. And I will just think about myself. Based on what I saw, there are some people that is bad, I mean have bad personality, selfish, never thought before they speak, but they can get a happiness, even they always happy. Even, neither they are smart, talented, or something, but they are just surrounded by luck. I really want to be that kind of person, cause in the end they’re always happy. Is it what everyone dreams upon their life?
And by the way, why should I type this in English? Actually I am so damn tired both speaking and writing in English. (Not tired actually, because if I wrote tired it will show that I have no capability to do it). But I am just bored with English language, even I am an English teacher, and almost all of my friends think that my English skill is more expert than them (since we are in a country that use English as our 2nd language). I want to communicate with other language; I am so damn bored with it!
At the end, I still have the same prayer at my birthday and will continue to hope and pray for it. So, please…..
Jul 31, 2009
I won blog competition!!!

Hey hey hey, the title above is true. Yes, I did win blog competition. (2nd winner actualy) But anyway, I was so happy. It was happened around one or maybe two months ago. Freak... Ha ha... I just write it down right now due to tons activity that I joined and divided my brain into meaningless (but now it works so well, I guess) pieces. That blog competition was held by www.suplemenkesehatan.com
Around a month ago, they put my name and my picture on their site. But now it seems that they have already removed it. So, in that competition I should write about the importance of suplement to our body. And I guess that I wrote it down on my blog pretty good, you still can find my "winning" posting in it with the title "Suplemen Kesehatan, Masihkah Diperlukan?" In bahasa Indonesia, though. I just wrote it one day before the dead line, and I sign myself up in the competition immediately right after I finished writing that posting on my blog. I am so DEADLINER!!! Hahahaha
But However, I made it, right? Even they sent the prize to my campus. And I had the picture taken in my campus with my campus as the background image. Yeyyyy... They gave me health suplement as the prize, and now I still have them (Pssstttt... I just seldom consume them).
Actually, if only I wrote the article by mentioning or promoting the www.suplemenkesehatan.com, maybe I could be the 1st winner. But.... Just thank God for what I've got. Cheers.....



